Laman

Jumat, 27 Oktober 2017

COBIT

Control Objective for Information and related Technology, disingkat COBIT, adalah suatu panduan standar praktik manajemen teknologi informasi. Standar COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA.
COBIT mendukung tata kelola TI dengan menyediakan kerangka kerja untuk mengatur keselarasan TI dengan bisnis. Selain itu, kerangka kerja juga memastikan bahwa TI memungkinkan bisnis, memaksimalkan keuntungan, resiko TI dikelola secara tepat, dan sumber daya TI digunakan secara bertanggung jawab (Tanuwijaya dan Sarno, 2010).
COBIT merupakan standar yang dinilai paling lengkap dan menyeluruh sebagai framework IT audit karena dikembangkan secara berkelanjutan oleh lembaga swadaya profesional auditor yang tersebar di hampir seluruh negara. Dimana di setiap negara dibangun chapter yang dapat mengelola para profesional tersebut.

SEJARAH
COBIT pertama kali diterbitkan pada tahun 1996, kemudian edisi kedua dari COBIT diterbitkan pada tahun 1998. Pada tahun 2000 dirilis COBIT 3.0 dan COBIT 4.0 pada tahun 2005. Kemudian COBIT 4.1 dirilis pada tahun 2007 dan saat ini COBIT yang terakhir dirilis adalah COBIT 5.0 yang dirilis pada tahun 2012.
COBIT merupakan kombinasi dari prinsip-prinsip yang telah ditanamkan yang dilengkapi dengan balance scorecard dan dapat digunakan sebagai acuan model (seperti COSO) dan disejajarkan dengan standar industri, seperti ITIL, CMM, BS779, ISO 9000.


Kriteria Informasi berdasarkan COBIT
Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 kriteria informasi yang menjadi perhatian COBIT, yaitu sebagai berikut:
1.        Effectiveness (Efektivitas). Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.
2.        Effeciency (Efisiensi). Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.
3.        Confidentially (Kerahasiaan). Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.
4.        Intergrity (Integritas). Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan      data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan      nilai bisnis.
5.        Availability (Ketersediaan). Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.
6.        Compliance (Kepatuhan). Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.
7.        Reliability (Handal). Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.

Manfaat dan Pengguna COBIT
Secara manajerial target pengguna COBIT dan manfaatnya adalah :
·       Direktur dan Eksekutif
Untuk memastikan manajemen mengikuti dan mengimplementasikan strategi searah dan sejalan dengan TI.
·       Manajemen
1.         Untuk mengambil keputusan investasi TI.
2.         Untuk keseimbangan resiko dan kontrol investasi.
3.         Untuk benchmark lingkungan TI sekarang dan masa depan.
·       Pengguna
Untuk memperoleh jaminan keamanan dan control produk dan jasa yang dibutuhkan secara internal maupun eksternal.
·       Auditors
1.         Untuk memperkuat opini untuk manajemen dalam control internal.
2.         Untuk memberikan saran pada control minimum yang diperlukan.

Frame Work COBIT
COBIT dikeluarkan oleh IT Governance Institute (ITGI). COBIT digunakan untuk menjalankan penentuan atas IT dan meningkatkan pengontrolan IT. COBIT juga berisi tujuan pengendalian, petunjuk audit, kinerja dan hasil metrik, faktor kesuksesan dan maturity model.
Lingkup kriteria informasi yang sering menjadi perhatian dalam COBIT adalah:
·       Effectiveness
Menitikberatkan pada sejauh mana efektifitas informasi dikelola dari data-data yang diproses oleh sistem informasi yang dibangun.
·       Efficiency
Menitikberatkan pada sejauh mana efisiensi investasi terhadap informasi yang diproses oleh sistem.
·       Confidentiality
Menitikberatkan pada pengelolaan kerahasiaan informasi secara hierarkis.
·       Integrity
Menitikberatkan pada integritas data/informasi dalam sistem.
·       Availability
Menitikberatkan pada ketersediaan data/informasi dalam sistem informasi.
·       Compliance
Menitikberatkan pada kesesuaian data/informasi dalam sistem informasi.
·       Reliability
Menitikberatkan pada kemampuan/ketangguhan sistem informasi dalam pengelolaan data/informasi.

Sedangkan fokus terhadap pengelolaan sumber daya teknologi informasi dalam COBIT adalah pada :
·       Applications
·       Information
·       Infrastructure
·       People

Dalam menyediakan informasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mencapai tujuan organisasi, COBIT memiliki karakteristik :
·       Business-focused
·       Process-oriented
·       Controls-based
·       Measurement-driven

COBIT mengelompokkan semua aktivitas bisnis yang terjadi dalam organisasi menjadi 34 proses yang terbagi ke dalam 4 buah domain proses, meliputi :
·       Planning & Organization.
Domain ini menitikberatkan pada proses perencanaan dan penyelarasan strategi TI   dengan strategi perusahaan, mencakup masalah strategi, taktik dan identifikasi tentang bagaimana TI dapat memberikan kontribusi maksimal terhadap pencapaian tujuan bisnis organisasi sehingga terbentuk sebuah organisasi yang baik dengan infrastruktur teknologi yang baik pula.
Domain ini mencakup :
1.         PO1 – Menentukan rencana strategis
2.         PO2 – Menentukan arsitektur informasi
3.         PO3 – Menentukan arah teknologi
4.         PO4 – Menentukan proses TI, organisasi dan hubungannya
5.         PO5 – Mengelola investasi TI
6.         PO6 – Mengkomunikasikan tujuan dan arahan manajemen
7.         PO7 – Mengelola sumber daya manusia
8.         PO8 – Mengelola kualitas
9.         PO9 – Menilai dan mengelola resiko TI
10.     PO10 – Mengelola proyek

·       Acquisition & Implementation.
Domain ini berkaitan dengan implementasi solusi IT dan integrasinya dalam proses bisnis organisasi untuk mewujudkan strategi TI, juga meliputi perubahan dan maintenance yang dibutuhkan sistem yang sedang berjalan untuk memastikan daur hidup sistem tersebut tetap terjaga.
Domain ini meliputi:
1.         AI1 – Mengidentifikasi solusi yang dapat diotomatisasi.
2.         AI2 – Mendapatkan dan maintenance software aplikasi.
3.         AI3 – Mendapatkan dan maintenance infrastuktur teknologi
4.         AI4 – Mengaktifkan operasi dan penggunaan
5.         AI5 – Pengadaan sumber daya IT.
6.         AI6 – Mengelola perubahan
7.         AI7 – Instalasi dan akreditasi solusi dan perubahan.

·       Delivery & Support.
Domain ini mencakup proses pemenuhan layanan IT, keamanan sistem, kontinyuitas layanan, pelatihan dan pendidikan untuk pengguna, dan pemenuhan proses data yang sedang berjalan.
Domain ini meliputi :
1.         DS1 – Menentukan dan mengelola tingkat layanan.
2.         DS2 – Mengelola layanan dari pihak ketiga
3.         DS3 – Mengelola performa dan kapasitas.
4.         DS4 – Menjamin layanan yang berkelanjutan
5.         DS5 – Menjamin keamanan sistem.
6.         DS6 – Mengidentifikasi dan mengalokasikan dana.
7.         DS7 – Mendidik dan melatih pengguna
8.         DS8 – Mengelola service desk dan insiden.
9.         DS9 – Mengelola konfigurasi.
10.     DS10 – Mengelola permasalahan.
11.     DS11 – Mengelola data
12.     DS12 – Mengelola lingkungan fisik
13.     DS13 – Mengelola operasi.

·       Monitoring and Evaluation.
Domain ini berfokus pada masalah kendali-kendali yang diterapkan dalam organisasi, pemeriksaan intern dan ekstern dan jaminan independent dari proses pemeriksaan yang dilakukan.
Domain ini meliputi:
1.         ME1 – Mengawasi dan mengevaluasi performansi TI.
2.         ME2 – Mengevaluasi dan mengawasi kontrol internal
3.         ME3 – Menjamin kesesuaian dengan kebutuhan eksternal.
4.         ME4 – Menyediakan IT Governance.

Referensi:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar